Rapat koordinasi terkait peningkatan kepesertaan BPJS di Jawa Tengah (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Masyarakat Jawa Tengah per (31/5/2025) sudah mengikuti program BPJS Kesehatan jumlah persentase masyarakat yang ikut dalam kepesertaan BPJS Kesehatan mencapain 98,68%.
Jumlah tersebut sudah termasuk tinggi, namun meskipun jumlahnya cukup banyak masyarakat yang sudah mendaftarkan dirinya dalam BPJS Kesehatan kebanyakan hanya mengikuti saja kemudian dalam beberapa bulan bpjs-nya mati (tidak dibayar).
Hal inilah yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah Jawa Tengah agar sejumlah masyarakat ikut serta dalam program BPJS untuk dapat menikmati layanan kesehatan secara gratis.
Digelar pada Rabu (3/9/2025), diadakan sebuah pertemuan membahas tiga aspek sistem kesehatan nasional, yaitu aspek kepesertaan, penerimaan, dan pelayanan kesehatan. Terkait kepesertaan dan keaktifan peserta ini, sudah ada dukungan dari pemerintah dan badan usaha untuk bersama-sama meningkatkan, terutama terkait kepesertaan informal.
Baca juga: Sekda Jateng: Perlu Verifikasi Sumur Minyak Rakyat untuk Cegah Kebakaran
Menurut Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemprov Jateng untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, lanjut dia, saat ini penyediaan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut sudah ada di kabupaten/kota. Penambahan fasilitas kesehatan akan diselaraskan dengan kebutuhan jumlah peserta aktif di masing-masing daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng