JATENG - Jawa Tengah memiliki lebih dari 15 gunung, yang setiap tahunnya menerima sekitar 800.000 pendaki dari dalam maupun dari luar negri, bagi mereka yang baru pertama kali mendaki suatu gunung atau mereka yang berasal dari luar negri sekurang-kurangnya membutuhkan seorang pemandu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan bahwa, berdasarkan hasil TNA (Training Need Analysis). Hal tersebut akan sangat meningkatkan perekonomian masyarakat, maka dari itu pihaknya mengadakan pelatihan untuk guide atau pemandu pendaki gunung dari masyarakat sekitar.
Baca juga: Jelang Agustusan, Penjual Bendera Mulai Ramai di Sudut Kota Malang
Pemandu pendaki gunung setidaknya ada dua orang per kelompok pendaki, ada yang bertugas sebagai pembawa barang dan memandu, ada juga yang menjadi tenaga translatornya..
Tahun ini Pemprov Jateng menerima 300 pendaftar pemandu pendaki gunung yang akan di tes kemampuannya, untuk sementara Pemprov Jateng akan menerima hanya 16 peserta saja, namun kedepannya akan terus ditingkatkan jumlahnya.
Baca juga: Desain Baru Stargazer Cartenz Bikin Konsumen Kepincut, Ini Kata Bos Hyundai
Mendengar banyaknya kasus korban kecelakaan pada pendakian di suatu gunung akhir-akhir ini, membuat Pemprov Jateng berinisiasi untuk meningkatkan keamanan dalam pendakian yang akan dilakukan para pendaki melalui pemandu pendaki gunung.
Sesuatu yang berkaitan dengan hal mistis atau sebuah pantangan juga harus dipelajari para pemandu pendaki gunung, maka dari itu, mereka akan dibekali pemahaman tradisi dan adat istiadat disekitar gunung agar saat pendakian tak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng