JATENG- Blora merencanakan pembangunan tingkat menengah dengan biaya pinjaman daerah senilai 215 miliar. Angka ini ditetapkan setelah dilakukannya analisis kapasitas fiksal daerah yang termauk proyek kemampuan biaya serta struktur pendapatan dan belanja, dan penggunaan dana di Blora.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora Djoko Salbiyanto di Blora pada (3/7/2025) mengatakan yang intinya kebijakan tersebut diambil demi keberlagsungan pembangunan infrastruktur di Blora. Pinjaman tersebut rencananya akan dibayarkan dengan cara bertahap dalam kurun waktu 3,5 tahun. Pinjaman telah disepakati oleh Pemkab dan DPRD Blora.Serta pinjaman tersebut dilakukan melalui Bank Jateng. Semarang.
Dari dana tersebut, sebesar 10 miliar telah dialokasikan ke dana likuiditas yang digunakan untuk menjaga stabilitas arus kas daerah serta mengantisipasi kebutuhan mendesak di luar perencanaan fisik proyek.
Pihak Bank jateng mensyaratkan agar proses pelunasan segera diselesaikan sebelum masa jabatan Bupati Blora, Arief Rohman berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA