Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 11:57 WIB

Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dari Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Waisak di Candi Mendut

Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dari Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Waisak di Candi MendutUmat Buddha menyalakan Pelita Perdamaian dalam rangkaian perayaan Waisak 2026 di Candi Mendut (DOK/ANTARA).

JATENG - Umat Buddha melakukan penyalaan Pelita Perdamaian dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Mendut, sebelum kirab menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya, mengatakan pelita yang dinyalakan menggunakan Api Abadi Mrapen menjadi simbol penerangan batin, doa, dan harapan bagi terwujudnya kedamaian serta keharmonisan bagi seluruh makhluk.

Baca juga: Kenapa Harus Pekalongan yang Dijuluki Kota Batik

Para biksu dan umat Buddha menyalakan pelita secara bergantian di pelataran Candi Mendut dalam suasana khidmat. Cahaya pelita menciptakan suasana reflektif menjelang puncak Waisak.

Pelita perdamaian melambangkan semangat kebijaksanaan, cinta kasih, dan persaudaraan universal. Prosesi ini menjadi pengingat untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, serta kehidupan damai di tengah keberagaman Indonesia.

"Cahaya pelita dari Api Abadi Mrapen diharapkan menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Dwi Virya, Minggu (31/5).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dari Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Waisak di Candi Mendut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!