JATENG - Sucipto (64), tukang parkir di Pasar Pon, Purwokerto, Banyumas, berhasil mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji setelah menabung selama lebih dari satu dekade.
Penghasilannya sebagai tukang parkir hanya sekitar Rp50.000 per hari, ditambah pekerjaan sambilan jaga malam di perumahan dengan upah Rp900.000 per bulan.
Baca juga: Pemkot Magelang Tempatkan Pendidikan Sebagai Fondasi Pembangunan SDM
Pada 14 Mei mendatang, Sucipto dijadwalkan berangkat bersama Kloter 73 melalui Embarkasi Solo.
"Saya nabung sedikit-sedikit. Kalau habis bayar sekolah anak, ada sisa Rp40.000-50.000, saya tabung," ujarnya di rumah sederhananya di Kelurahan Sumampir.
Untuk memenuhi setoran awal haji Rp25,5 juta, Sucipto menjual sebidang tanah miliknya.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Banyumas, Afifuddin Idrus, menilai perjuangan Sucipto membuktikan bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak ditentukan tingkat ekonomi, tetapi kemauan, keimanan, dan kesungguhan.
"Luar biasa. Ini bukti kalau ada kemauan, pasti ada jalan," katanya.
Selain Sucipto, di Banyumas juga ada calon haji dari penjual peyek hingga pedagang siomay yang memberangkatkan anak-anaknya ke Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA