Palang Merah Batang, BPBD, dan relawan menanam mangrove di lahan terdampak rob. (DOK/ANTARA).
JATENG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang bersama lintas sektor berupaya mewujudkan kawasan rob seluas 300 hektare di Desa Denasri Kulon menjadi objek wisata perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Batang, Ahmad Taufik, mengatakan upaya meminimalisasi dampak rob dilakukan dengan menanam bibit mangrove dan menebar benih ikan.
Baca juga: Wabup Dion Jelajahi Pesona Alam Bruno, Dorong Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pariwisata
"Lahan tersebut kini tidak produktif. Kami upayakan jadi kawasan wisata perikanan dengan menebar seribu bibit ikan," ujarnya, Sabtu (2/5).
Penanaman seribu mangrove dan penebaran benih ikan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga pelajar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan masyarakat harus mampu berdampingan dengan kerawanan dan memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis.
Pelajar SMA Negeri 2 Batang, Najla, mengaku pengalaman pertama menanam mangrove. "Semoga bisa mencegah rob, supaya rumah warga tidak terdampak," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA