Agus Setyawan selaku Bupati Temanggung turut mendampingi para petani sayuran (Pemkab Temanggung).
JATENG - Bupati Temanggung Agus Setyawan mendorong petani melakukan diversifikasi pertanian dengan mengembangkan edamame dan buncis. Hal ini menyusul tingginya permintaan dari sejumlah negara.
Pernyataan itu disampaikan usai panen raya edamame dan kunjungan ke PT Kelola Agro Makmur (KAM) di Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan, Senin (27/4).
"Edamame dan buncis cocok ditanam di Temanggung yang memiliki tiga gunung dengan ketinggian sesuai. Ini prospek bagus," ujarnya.
Bupati menilai keberadaan PT KAM strategis karena menerapkan mekanisme kemitraan absolut. Petani sudah mengetahui klasifikasi harga sebelum tanam. "Kami akan hubungkan petani dengan PT KAM sebagai satu-satunya perusahaan di Jateng pengekspor sayuran beku," tandasnya.
Direktur Utama PT KAM, Gema Ramadan, menyebut sayur beku produksinya memiliki pangsa pasar luas, diekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan India. Permintaan ekspor terus berdatangan, namun ketersediaan bahan baku terbatas.
Saat ini kapasitas produksi baru 25 ton per hari, dari kapasitas mesin 50 ton. Target ke depan bisa 100 ton per hari. "Kami harap kerja sama dengan petani ditingkatkan," ujarnya.
Ahmad Sudadi, petani mitra PT KAM, mengaku sistem kemitraan memberikan kepastian harga dan kuota. Di lahan 0,5 hektare, panen edamame mencapai 4 ton dengan harga Rp7.500 per kilogram, dua kali panen setahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Temanggung