Pertemuan Ahmad Luthfi dengan Kepala BPJS Jateng (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Layanan yang langsung berpengaruh terhadap masyarakat adalah pelayanan kesehatan gratis.
Saat ini sudah ada program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) baik yang berbayar maupun sepenuhnya gratis.
Menurut data yang disampaikan oleh Kepala BPJS per 1 April sebanyak 73,16 persen pelanggan BPJS berstatus aktif, jumlah tersebut jauh dibawah jumlah kepesertaan BPJS yang mencapai 98,81 persen.
Masih banyak orang yang gabung dalnam keanggotaan BPJS namun statusnya mati, sehingga perlu adanya pengkajian ulang.
Baca juga: Bupati Purworejo Dorong 494 Kades dan Lurah Optimalkan Potensi Desa Wujudkan Desa Mandiri
Berdasarkan hasil pertemuan antara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dengan BPJS kesehatan pada Jumat (10/04/2026) bahwa BPJS akan terus kolaborasi dengan Pemprov Jateng melalui berbagai cara.
Salah satu yang paling menonjol dan sedang berjalan saat ini yaitu dengan hadirnya Speling, program dokter spesialis keliling yang diusung Pemprov Jateng akan berkolaborasi dengan BPJS.
Selain itu BPJS juga akan terus berkontribusi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, layanan dasar kesehatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Karenanya, prioritas anggaran daerah harus diarahkan pada program strategis, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng