JATENG - Suasana sakral menyelimuti Tawur Agung di Candi Prambanan, Rabu (18/3). Sorotan utama adalah ogoh-ogoh raksasa setinggi 8 meter dengan bobot 500 kg yang tampil megah. Ini tercatat sebagai ogoh-ogoh terbesar sepanjang pelaksanaan Tawur Agung di Candi Prambanan.
Baca juga: Perpusda Jateng Berhasil Menarik Banyak Pengunjung di Tahun 2025
Ogoh-ogoh ini disiapkan umat Hindu Klaten di bawah naungan Pura Wisnu Sakti, Jogonalan. Kepala ogoh-ogoh didatangkan langsung dari Bali. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut serta memasang kepala ogoh-ogoh saat proses pembuatannya.
Dalam tradisi Hindu, ogoh-ogoh melambangkan Bhuta Kala (energi negatif yang perlu dinetralisir). Tawur Agung merupakan rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1948.
Sekitar 25.000 umat Hindu hadir dari berbagai wilayah. Taryuti (39), warga Gunung Kidul, mengaku terpukau.
"Baru kali ini melihat ogoh-ogoh terbesar di Prambanan. Luar biasa," ungkapnya.
Ia berharap kerukunan antarumat beragama semakin meningkat, terutama karena Nyepi tahun ini kemungkinan bersamaan dengan Idul Fitri.
Rangkaian Tawur Agung juga diwarnai medhak tirta, sembahyang bersama, hingga pawai budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Klaten