JATENG - Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan penambalan jalan di jalur alternatif arus mudik guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan menjelang Lebaran 2026.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Regional 2 Parakan, Edi Winarno, mengatakan perbaikan difokuskan pada penanganan lubang-lubang jalan. Tahun ini, Pemkab menganggarkan Rp4 miliar untuk perbaikan rutin dan penambalan jalan rusak berat.
Baca juga: Baznas Temanggung Luncurkan Program ZMart untuk Ubah Mustahik Jadi Pengusaha Mandiri
"Saat ini kami menambal jalur Jumo-Kedu sepanjang 8 kilometer. Targetnya, seluruh lubang berbahaya bisa tertangani sebelum puncak arus Lebaran," ujarnya, Minggu (1/3).
Edi menjelaskan, proses penambalan tidak sekadar menimbun lubang, tetapi digali terlebih dahulu agar material baru bisa menyatu dengan struktur lama. "Dengan digali, lalu diisi dan dipadatkan, hasilnya lebih kuat dan tahan lama," katanya.
Menurutnya, musuh terbesar jalan adalah air. Air yang masuk ke struktur jalan bisa melemahkan fondasi dan memperluas kerusakan.
Dengan perbaikan ini, diharapkan pengguna jalan, terutama pemudik, bisa merasakan peningkatan kenyamanan dan keamanan selama Lebaran. Pemkab berkomitmen terus melakukan pemeliharaan rutin agar infrastruktur jalan tetap layak dilalui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA