Pertemuan Ahmad Luthfi dan BNNP Jateng (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Bersama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gubernur Jatent Ahmad Luthfi meminta untuk pencegahan kasus narkoba di wilayahnya semakin diperkuat.
Luthfi juga telah menyiapkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk menangani kasus ini, jumlah dana yang disiapkan nilainya sama dengan tahun sebelumnya.
Menurutnya BNNP harus lebih dekat dengan masyarakat untuk dapat menarik hati mereka untuk tidak konsumsi narkoba.
Melalui program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh harapannya bisa kurangi kasus narkoba di Jawa Tengah terutama di Semarang dan Solo yang akhir-akhir ini kasusnya meningkat.
Baca juga: Subsidi Cabai Rawit Merah diberikan Guna Stabilkam Harga Pasar
Hal tersebut disampaikan Luthfi saat menerima audiensi Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid, di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).
Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid berikan apresiasi atas dukungan dari Pemprov Jateng, namun Ia juga mengatakan bahwa saat ini fasilitas rumah sakit untuk rehabilitasi masih terbatas, rata-rata hanya tersedia sekitar 10 tempat tidur. Setiap tahun BNNP Jateng rata-rata hanya mampu merehabilitasi sekitar 500 orang. Dia berharap, hal itu bisa ditingkatkan.
Kemudian dari pihak Pemprov akan menampung keluhan dari BNNP, dan memikirkan solusi untuk kedepannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng