JATENG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo menyerahkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) kepada 19 pelaku usaha pariwisata setempat. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata daerah.
Sertifikasi CHSE menjadi penanda bahwa sebuah usaha pariwisata telah memenuhi standar nasional dalam hal kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, sehingga dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Baca juga: Gerai Dekranasda Jepara Resmi Dibuka, Jadi Destinasi Wisata Belanja Produk Lokal
Bupati Afif menegaskan pentingnya sertifikasi ini sebagai langkah mewujudkan pariwisata Wonosobo yang berkualitas dan berkelanjutan. “CHSE penting agar Wonosobo menjadi rujukan destinasi wisata yang berkualitas. Selamat kepada pelaku usaha yang lolos sertifikasi, semoga dapat terus meningkatkan layanan dan daya saing,” ujarnya.
Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menambahkan bahwa CHSE merupakan standar dasar wajib dalam ekosistem pariwisata. "Ini fondasi untuk memastikan wisatawan mendapat layanan yang benar, harga wajar, dan pengalaman berwisata yang baik," jelasnya.
Proses sertifikasi ini melalui seleksi ketat dari sekitar 30 pendaftar, hanya 19 pelaku usaha yang dinyatakan lolos pada tahap ini. "Prosesnya tidak mudah dan tidak murah, tetapi capaian 19 usaha ini sudah tinggi dibanding kabupaten lain," tambah Fahmi.
Ke depan, Disparbud Wonosobo akan mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan level sertifikasi, khususnya guna menarik wisatawan menengah ke atas yang sangat memperhatikan standar dan legalitas usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA