Rusmanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang (DOK/ANTARA).
JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meningkatkan mitigasi bencana melalui penghijauan di lahan kritis sebagai upaya mencegah tanah longsor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batang, Rusmanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 34.576 hektare lahan kritis yang memerlukan penanaman pohon keras atau tegakan. Data BPS 2024 mencatat total lahan seluas 67.260 hektare, dengan kategori sangat kritis, kritis, berpotensi kritis, dan agak kritis.
Baca juga: PMI Batang Perkuat Peran Relawan Lewat Aksi Peduli Lingkungan
Beberapa lahan kritis berada di wilayah bagian atas, seperti Desa Tombo, Kecamatan Bandar, dan Desa Gerlang, Kecamatan Blado. Salah satu pemicu kerentanan adalah alih fungsi lahan menjadi pertanian semusim, terutama hortikultura sayur-mayur, tanpa memperhatikan konservasi.
Rusmanto menegaskan, lahan lereng tanpa pohon keras sangat rentan terhadap kerusakan ekosistem yang dapat memicu bencana lingkungan. Penghijauan dan penanaman tegakan menjadi langkah utama untuk menjaga kelestarian lahan dan mencegah risiko longsor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA