Karung-karung kopi Grabag tersusun rapi, siap dikirim ke Dubai (Pemkab Magelang).
JATENG - Kopi Grabag dari Kabupaten Magelang akhirnya resmi menembus pasar internasional. Sebanyak satu kontainer berisi tujuh belas ton green bean dilepas langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, di halaman Kantor Kecamatan Grabag, Kamis (27/11). Momen ini menjadi tonggak sejarah bagi para petani, pelaku usaha, dan koperasi penghasil kopi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ekspor perdana tersebut bukan sekadar pengiriman komoditas, tetapi langkah awal kebangkitan kopi Magelang. Ia menyebut peningkatan kualitas dan perbaikan tata niaga membuat kopi Grabag akhirnya diakui pasar global, setelah sebelumnya banyak kopi asal Magelang yang diekspor tanpa identitas daerah.
Baca juga: Ekspor Salak Nglumut Terus Meluas ke Asia dan Eropa
Grengseng Pamuji menjelaskan bahwa kopi telah dibudidayakan di Grabag sejak masa kolonial dan kini berkembang hingga ribuan hektare. Ia berharap ekspor ini menjadi pijakan untuk memperkuat posisi kopi Magelang di pasar dunia.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, Romza Ernawan, menambahkan bahwa kabupaten ini memiliki lebih dari tiga ribu hektare lahan kopi dengan dua varietas utama, yaitu Robusta dan Arabika. Grabag menjadi sentra terbesar dengan potensi produksi yang terus tumbuh.
Ekspor ini sekaligus mendukung program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) 2025–2026 yang menjadikan Grabag sebagai lokasi prioritas pengembangan komoditas kopi. Melalui program ini, petani mendapatkan dukungan sarana produksi, alat pengolahan, pelatihan, hingga akses pembiayaan. Koperasi Produsen Lereng Kelir juga dibentuk agar mutu, penyerapan, dan pemasaran kopi semakin terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang