JATENG - Ekspor salak Nglumut dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur, Desa Kaliurang, Srumbung, Magelang, menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun ini, pengiriman domestik dan luar negeri mencapai ratusan ton.
Ketua Gapoktan, Agus Sryono, menyebut ekspor ke Cina dari Januari hingga Oktober hampir menyentuh 700 ton, disertai pengiriman ke Kamboja dan sekitar 50 ton untuk pasar Eropa. Ia menjelaskan bahwa kecamatan Srumbung memiliki lebih dari 800 hektare kebun salak, namun luasnya masih belum mencukupi kebutuhan ekspor yang terus naik, kamis (13/11).
Kerja sama ekspor antara Gapoktan Ngudi Luhur dan PT Sewu Segar Nusantara telah berlangsung sejak 2017, membuka pasar Cina, Timor Leste, hingga sejumlah negara Eropa. Agus berharap ke depan dapat menambah pasar Vietnam, Arab, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Baca juga: Bupati Magelang Dorong Pemuda Desa Jadi Agen Perubahan Lewat Pendidikan
Perwakilan PT Sewu Segar Nusantara, Budi Haryono, menambahkan bahwa ekspor ke Cina tahun ini mencapai sekitar 600 ton dengan rata-rata pengiriman 60 ton sekali kirim. Potensi pasar ke Timur Tengah, Jepang, dan negara lain juga terus dibuka.
Bupati Magelang Grengseng Pamudji melalui Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Romza Ernawan, mengapresiasi kemitraan ini karena memperkuat posisi Magelang sebagai sentra hortikultura unggulan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi petani, swasta, dan pemerintah menjadi kunci terciptanya ekosistem pertanian salak yang berdaya saing global.
Romza juga menyampaikan peluang ekspor komoditas lain seperti pisang, nanas, avokad, dan kopi yang memiliki pertumbuhan baik di Magelang, sehingga perlu perluasan rantai pasok untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang