Dokter spesialis penanganan penyakit TBC (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Tuberkolusis, merupakan suatu penyakit yang cukup membahayakan bagi masyarakat, perlunya penanganan serius harus dilakukan demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan.
Provinsi Jawa Tengah hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama untuk menurunkan angka penyakit tuberkulosis.
Program dokter spesialis keliling hadir bukan hanya mengecek penyakit seperti stunting pada anak ataupun ibu hamil, melainkan juga pada penyakit tuberkulosis.
Program ini berjalan efektif karena dapat menurunkan angka kematian, penemuan 107 ribu kasus TBC tahun ini. Hingga Oktober 2025, sebanyak 61 persen kasus sudah ditemukan melalui pemeriksaan aktif di lapangan (active case finding).
Baca juga: Lahan PT Semen Gombong Disulap Jadi Agrowisata dan Sekolah Rakyat, Pemkab Kebumen Dukung Penuh
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar, bahwa pasien TBC selain mendapatkan pemeriksaan juga harus mendapatkan edukasi terkait kesehatan.
Tak hanya penderita TBC-Nya saja, tetapi keluarga pasien juga harus diberi terapi pencegahan lewat program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak ikut tertular.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng