JATENG - Upaya yang dilakukan bersama dapat mengatasi masalah kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren, dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren, pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa kejadian kekerasan akhir-akhir ini di beberapa tempat dapat dijadikan evaluasi, agar berbagai tim dapat berkolaborasi lebih matang dalam menjaga lingkungan pondok.
“Kita harus saling asah dan asuh. Tidak cukup dengan penegakan hukum. Kita harus mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat untuk menyadarkan kembali, agar kejadian kekerasan tidak terulang,” ujar Ahmad Luthfi usai hadiri peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU, di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Umat Buddha Nyalakan Pelita Perdamaian dari Api Abadi Mrapen dalam Rangkaian Waisak di Candi Mendut
Pemerintah Jateng telah berdiskusi dengan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin terkait persoalan tersebut. Pemerintah juga akan melibatkan kementerian, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, untuk memperkuat langkah pencegahan kekerasan di pesantren.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng