JATENG - Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meluncurkan program skrining tuberkulosis (Tb) dengan rontgen dada bagi sekitar 274 ribu warga binaan di seluruh Indonesia, Senin (29/6), di Lapas Ngaseman, Nusakambangan, Cilacap.
Baca juga: Perencanaan Perpajakan sebagai Strategi Optimalisasi Beban Pajak Perusahaan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia masih menghadapi beban Tb tinggi: sekitar 1 juta kasus baru/tahun dan 126 ribu kematian. Lingkungan lapas berisiko lebih tinggi karena warga binaan tinggal berdekatan dalam ruang terbatas.
"Prevalensi Tb di lapas diperkirakan 3% (lebih tinggi dari nasional 0,5%)," ujarnya.
Skrining dengan rontgen dada akan diterapkan setiap tahun di 532 lapas dan rutan yang menampung 274 ribu warga binaan.
Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan komitmen mendukung target eliminasi Tb 2030 sesuai Perpres No. 67/2021.
Indonesia masih menjadi negara dengan kasus Tb tertinggi kedua di dunia setelah India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA