JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat desa untuk melindungi masyarakat dari pinjaman online (pinjol) ilegal, rentenir, dan judi online (judol).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan percepatan akses keuangan menjadi bagian penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: Mendikdasmen: 80.000-an Sekolah di Indonesia Berhasil Direvitalisasi Sepanjang 2025-2026
"Akselerasi ekosistem keuangan inklusif ini penting. Jangkauan layanan keuangan harus menjangkau seluruh wilayah hingga tingkat desa," ujarnya, Kamis (18/6).
Sekda Jateng Sumarno menambahkan tantangan literasi keuangan semakin kompleks. Edukasi keuangan perlu masif hingga pelosok desa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengedukasi masyarakat.
Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, mengatakan TPAKD 2026 fokus pada penguatan pembiayaan produktif pangan, literasi keuangan, perluasan digitalisasi, dan kolaborasi dengan industri jasa keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA