JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar 794 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah sejak Januari hingga Mei 2026, sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi. Omzet transaksi mencapai Rp15,1 miliar.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau GPM di Kantor Desa Gumiwang, Banjarnegara, Senin (18/5).
Baca juga: Sekolah Rakyat Temanggung Prioritaskan Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin Ekstrem
"Gerakan pangan murah ini untuk mengintervensi bahan pokok penting agar harganya terjangkau, stok tersedia, sehingga inflasi di Jateng tetap terkendali," ujarnya.
Komoditas GPM di Desa Gumiwang (nilai Rp121 juta):
- Beras 5 ton
- Minyak goreng 1.000 liter
- Telur 500 kg
- Gula pasir 200 kg
- Bawang merah & putih masing-masing 200 kg
- Cabai rawit merah & keriting masing-masing 50 kg
Gubernur juga menyerahkan bantuan cadangan pangan: 2 ton beras + 400 kg sorgum (200 keluarga), serta 200 kg beras Fortivit (100 orang tua balita stunting).
Warga Desa Gumiwang, Parmiati, mengaku terbantu. "Harga lebih murah dari pasaran, sangat membantu warga kecil seperti saya," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA