JATENG - Petani tembakau di lereng Gunung Sumbing, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Temanggung mulai menanam tembakau di lahan, Jumat (24/4). Satu harapan: kecukupan air di awal tanam dan terbebas dari hama.
Bupati Agus Setyawan, perwakilan PT Djarum, Ketua DPRD Yunianto, dan sejumlah anggota dewan ikut dalam penanaman perdana.
Baca juga: Pemkab Purworejo Gelar Sosialisasi Sistem Pengaduan Masyarakat, Wujudkan Pelayanan Responsif
Bupati Agus menekankan pentingnya air di fase awal pertumbuhan tanaman. "Di awal tanam kita sangat butuh air. Harapannya, saat tanaman tumbuh curah hujan tidak terlalu tinggi, menjelang panen justru didukung kemarau," ujarnya.
Target luas tanam tembakau Temanggung 2026 diperkirakan 13 ribu hektare. Pemkab mencermati potensi kekurangan air akibat perubahan iklim.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Joko Budi Nuryanto, mengungkap hingga 22 April sekitar 1.400 hektare telah ditanami, 100 hektare di antaranya lahan sawah.
Program kemitraan Djarum tahun ini mencakup 850 hektare dengan 1.057 petani (6-7% total luas tanam). Petani mitra ditargetkan selesai tanam hingga akhir April untuk menyesuaikan musim lebih kering.
BMKG memprediksi El Nino datang lebih awal (Mei-Juli), berpotensi menurunkan curah hujan signifikan sejak pertengahan Mei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Temanggung