JATENG - Bencana alam banjir, dan tanah longsor yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi menyebabkan aktivitas masyarakat jadi terhambat.
Curah hujan yang tinggi diperkirakan akan terus mengguyur Jawa Tengah hingga arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
Kolaborasi dan meningkatkan kinerja antara pihak pemerintah provinsi dan BMKG setempat sangat perlu untuk dilakukan.
Maka dari itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menggelar kegiatan rapat bersama Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan, di kompleks kantor Gubernur Jateng, Jumat (20/02/2026).
Baca juga: Pemkab Demak Evaluasi Penggunaan Atap Seng di RTLH, Beralih ke Genteng
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani menyebut bahwa, curah hujan tidak hanya terjadi di sekitar kota saja melainkan juga lebih sering melanda di daerah pegunungan Jawa Tengah.
Terkait langkah mitigasi, dikatakan Faisal, BMKG telah melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah.
Kendati tak menghentikan hujan secara langsung, Faisal mengatakan, langkah ini diharapkan bisa mengurangi potensi kebencanaan hidrometeorologi. BMKG juga membuka opsi langkah lanjutan apabila diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng