Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 08:00 WIB

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37%, Turunkan Kemiskinan dan Pengangguran

Author

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno (DOK/ANTARA).

JATENG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% pada triwulan IV-2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional (5,11%). Capaian ini menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Jawa.

"Pertumbuhan ini harus terus dijaga dan diarahkan untuk program yang menyentuh lapisan masyarakat bawah," tegas Gus Yasin di Semarang, Sabtu (7/2).

Baca juga: Koperasi Merah Putih Jadi Jalan Baru Bagi Masyarakat Desa Tangani Kemiskinan

Pertumbuhan ekonomi yang inklusif berhasil menurunkan angka kemiskinan. Berdasarkan data Sekda Jateng Sumarno, persentase penduduk miskin turun dari 9,48% (Maret 2025) menjadi 9,39% (September 2025). Dalam jumlah, penduduk miskin berkurang 21.870 orang dibanding Maret 2025.

Tingkat pengangguran terbuka juga terkendali di angka 4,32% per November 2025. Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Jateng naik menjadi Rp50,82 juta (meningkat 5,9% dari tahun sebelumnya), sementara rasio gini berada di 0,350, menunjukkan ketimpangan pendapatan yang semakin mengecil.

Meski demikian, masih terdapat tantangan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini di angka 74,77 yang masih setara rata-rata nasional dan perlu ditingkatkan.

"Penurunan kemiskinan harus dimasifkan lagi, anggaran harus diarahkan untuk program pengentasan kemiskinan, termasuk dengan memperluas akses pendidikan bagi kelompok disabilitas," tambah Gus Yasin.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU