Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 09:00 WIB

Sekjen Kemnaker Dorong Kampus Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Peluang Kerja

Author

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional di UIN Saizu Purwokerto pada Selasa 9 Desember 2025 (DOK/ANTARA).

JATENG - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menekankan perlunya kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi guna memperluas kesempatan kerja bagi lulusan muda, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.

Dalam seminar nasional bertema “Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dalam Program Asta Cita Presiden RI” di Auditorium UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Jawa Tengah, Cris menyampaikan bahwa Kemnaker terus membuka peluang kolaborasi dengan dunia kampus untuk meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

“Kami siap bekerja sama dalam bentuk apa pun demi memperluas kesempatan kerja dan menciptakan tenaga kerja yang kompetitif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa meski Kemnaker tidak secara langsung menciptakan lapangan kerja, lembaga tersebut tetap memegang mandat besar terkait pemenuhan hak warga negara untuk memperoleh pekerjaan sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Karena itu, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk menanggapi persoalan ketenagakerjaan, termasuk tingginya angka pengangguran terdidik.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, mencapai sekitar enam persen. Tantangan inilah yang perlu diselesaikan bersama melalui penguatan link and match antara kampus dan dunia industri.

Baca juga: Portal "AyoKerjo Jateng" Buka Peluang Kerja di Berbagai Daerah

Kemnaker telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mempermudah akses terhadap peluang kerja, di antaranya aplikasi Siap Kerja yang memuat lebih dari satu juta lowongan serta platform Magang Hub yang tahun ini menyediakan seratus ribu kuota pemagangan dan akan diperluas pada tahun berikutnya.

Kemnaker juga menyiapkan balai latihan kerja, pusat pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta program Skill Hub guna menjembatani kebutuhan industri dan kemampuan lulusan.

“Kami ingin memastikan para lulusan tidak hanya merasa bangga saat wisuda, tetapi juga memiliki kesempatan kerja yang terbuka luas,” kata Cris.

Ia menambahkan pentingnya peningkatan kompetensi teknis, keterampilan interpersonal, serta ketangguhan mental mahasiswa dan lulusan. Peluang kerja di berbagai negara seperti Jepang, Korea, Hong Kong, hingga kawasan Timur Tengah disebutnya dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia yang memiliki kualifikasi memadai.

“Terus belajar dan jangan mudah menyerah. Penolakan adalah bagian dari proses,” pesannya.

Cris juga mendorong mahasiswa aktif berorganisasi untuk memperkuat soft skills dan kepemimpinan. Kemampuan komunikasi, integritas, serta analisis informasi yang terstruktur menjadi keterampilan penting sesuai tuntutan industri saat ini.

Ia mengapresiasi langkah UIN Saizu yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kemnaker sebagai upaya memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Cris berharap kerja sama tersebut mampu meningkatkan kualitas lulusan dan membuka peluang yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapannya, lulusan UIN Saizu dan perguruan tinggi lainnya semakin siap bersaing. Pemerintah menyediakan fasilitas, kampus menyiapkan kualitasnya, dan mahasiswa berjuang dengan kemampuan yang dimiliki,” tutupnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU