Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Sarung Batik untuk ASN Bisa Genjot UMKM di Jawa Tengah

Author

ASN Pemprov Jawa Tengah memakai sarung batik setiap hari Jumat (DOK/ANTARA).

JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan aturan memakai sarung batik atau lurik bagi ASN setiap hari Jumat juga bertujuan mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengatakan sarung merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia dan bukan identitas satu agama saja, karena dipakai lintas keyakinan seperti halnya peci hitam.
Selain sebagai simbol kearifan lokal Jawa Tengah, kebijakan ini diharapkan meningkatkan penyerapan produksi UMKM yang bergerak di bidang kerajinan batik dan lurik.

Baca juga: Menumbuhkan Cinta Batik di Kalangan Generasi Muda

Ia menambahkan, batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2019, dan produk sarung batik Indonesia bahkan telah banyak diekspor ke pasar Eropa, Afrika, hingga negara-negara Asia.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Undip, Wahid Abdurahman, menilai penggunaan sarung batik secara rutin dapat memperkuat karakter budaya masyarakat. Meski identik dengan kalangan santri, tradisi sarung juga berkembang di berbagai negara seperti Malaysia dan India dengan motif yang beragam.

Dari sisi ekonomi, ia mencatat bahwa jumlah ASN Pemprov Jateng yang mencapai puluhan ribu memiliki potensi besar. Jika sebagian besar ASN laki-laki membeli setidaknya dua sarung batik seharga Rp300 ribu, nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU