JATENG - Tim SAR gabungan yang dipimpin Kantor SAR Cilacap terus mencari puluhan warga yang dilaporkan hilang setelah tanah longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Camat Majenang, Aji Pramono, mengatakan upaya pencarian kembali dilakukan sejak pagi. Ia menyebut masih ada 21 warga yang belum ditemukan. Longsor yang melanda Dusun Cibuyut dan Tarukahan terjadi pada Kamis malam sekitar pukul delapan.
Menurut Aji, bencana tersebut berdampak pada 28 warga. Dua orang ditemukan meninggal, lima warga berhasil selamat, dan sisanya masih dalam pencarian. Ia menduga longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir sehingga tanah tidak mampu menahan beban.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, mengatakan dua korban meninggal bernama Julia dan Maya, warga Dusun Tarukahan. Ia menjelaskan masih ada tujuh warga dusun tersebut yang belum ditemukan, yakni Yuni, Nina, Fani, Fatin, Lilis, Danu, termasuk seorang balita anak dari Lilis.
Baca juga: Jalan Bumiayu-Cilacap Rampung Diperbaiki, Warga Brebes Apresiasi Pemprov Jateng
Di Dusun Cibuyut, ada 14 warga dari beberapa keluarga yang juga masih dicari, di antaranya: Rastum, Rahma, Aca, Cahyanto, Kasri, Zahra, Nilna, Asmanto, Isna beserta anaknya, serta keluarga Dani
BPBD mencatat longsor merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya. Warga yang tinggal di zona rawan sudah dievakuasi karena pergerakan tanah masih terpantau di sejumlah titik. Budi meminta warga menjauhi area tersebut dan tetap mengikuti arahan petugas.
Data korban dan kerusakan masih bisa bertambah seiring proses pencarian.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menyebut operasi pencarian terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Ia mengatakan medan yang terjal dan tanah yang masih labil membuat proses pencarian dilakukan secara manual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, ANTARA