Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 09:00 WIB

Sekolah Rakyat Kebumen, Harapan Baru untuk Anak-Anak Kurang Mampu

Author

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, melaksanakan prosesi simbolis pemotongan pita bunga sebagai penanda resmi dimulainya operasional Sekolah Rakyat Kebumen (Pemkab Kebumen).

JATENG - Senyum malu-malu tampak di wajah seratus anak saat mereka memasuki ruang kelas baru di Sekolah Rakyat Kebumen. Selasa pagi itu, di Sanggar Kegiatan Belajar Kecamatan Pejagoan, mereka resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sekolah Rakyat hadir sebagai angin segar bagi keluarga kurang mampu. Di sini, anak-anak tak hanya mendapat pendidikan gratis, tetapi juga asrama, makan, hingga pendampingan penuh dari guru dan wali asuh. Semua difasilitasi agar mereka bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan biaya.

Baca juga: Lari Menjelajahi Alam, Kebumen Kenalkan Geopark ke Dunia

Plt Kepala Dinsos P3A Kebumen, Yunita Prasetyani, menjelaskan bahwa sekolah rintisan ini menampung seratus siswa, setengahnya setingkat SD kelas tinggi, setengahnya lagi jenjang SMP. Mereka direkrut dari keluarga yang datanya tercatat dalam program nasional, lalu diverifikasi langsung ke rumah-rumah.

“Yang kami utamakan adalah kenyamanan mereka. Kami ingin anak-anak ini merasa betah, merasa punya rumah kedua,” ujar Yunita.

Sebagai boarding school, Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas lengkap: asrama, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, hingga ruang makan bersama. Ada delapan guru dari Kemensos, enam belas wali asuh, juga Tagana yang ikut menjadi juru masak dan pengaman lingkungan. Anak-anak pun dijamin makan tiga kali sehari plus kudapan, sementara kebutuhan sehari-hari ditanggung penuh.

Baca juga: Nelayan Purworejo Dapat Angin Segar, Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun

Peresmian MPLS ditandai pemotongan pita oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Ia menyapa para murid satu per satu, bahkan menunduk untuk berbincang dengan mereka. Dalam pesannya, Bupati mengingatkan orang tua agar tetap memberi semangat.

“Anak-anak mungkin masih malu-malu, masih canggung. Tolong dibantu agar mereka betah di sini, supaya bisa tumbuh dan belajar dengan tenang,” ucap Bupati Lilis.

Sekolah Rakyat Kebumen memang masih berstatus rintisan. Namun, cita-citanya besar: suatu saat nanti bisa menampung seribu anak di lokasi baru di Kecamatan Buayan. Di sanalah mimpi pendidikan merata, tanpa pandang latar belakang ekonomi, sedang dibangun perlahan.

Baca juga: Geofest 2025 Kebumen : Warisan Alam, Tanggung Jawab Bersama

Hari itu, bukan sekadar sekolah yang dibuka. Lebih dari itu, sebuah harapan baru lahir untuk anak-anak Kebumen yang ingin belajar dan menggapai masa depan lebih baik.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Kebumen

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU