Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 07:00 WIB

Kemenimipas Tanam 360 Ribu Bibit Kelapa untuk Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia

Author

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menanam bibit kelapa di Lapas Terbuka Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (9/9/2025), dalam rangka program penanaman 360.700 pohon kelapa di seluruh Indonesia, (DOK/ANTARA)

JATENG - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) meluncurkan program penanaman 360.700 bibit kelapa di berbagai wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga melibatkan pemberdayaan warga binaan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa Nusakambangan akan menjadi salah satu lokasi percontohan program ini. “Di Nusakambangan, kami menyiapkan sekitar 500 hektare lahan sebagai lokasi percontohan penanaman kelapa bekerja sama dengan Kementerian Pertanian,” ujarnya usai menanam bibit kelapa di Lapas Terbuka Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa lalu.

Baca juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Jateng Jaga Lahan Hijau demi Ketahanan Pangan

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga pemasyarakatan, kantor imigrasi, hingga masyarakat umum di seluruh Indonesia. Agus menekankan bahwa penanaman pohon kelapa sebaiknya tidak berhenti hanya di lahan lapas. “Kalau tidak ada lahan di lapas, tanam di rumah. Kalau masih belum ada, bagikan ke masyarakat yang membutuhkan. Yang penting pohon ini tumbuh,” tegasnya.

Terkait keberadaan warga di sekitar Nusakambangan, Menteri Agus mendorong adanya relokasi bertahap agar fungsi kawasan sebagai area pembinaan narapidana tetap optimal. Ia menegaskan, Nusakambangan seharusnya menjadi area khusus untuk pembinaan, bukan permukiman umum.

Baca juga: Rembang Antusias Sambut Program Rabu Pon untuk Ketahanan Pangan dan Menjaga Lingkungan

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Kementan siap menyediakan bibit kelapa, jagung, padi, serta fasilitas pendukung lainnya. “Saya membayangkan Nusakambangan akan berubah, dari yang dulu terkesan menakutkan, menjadi lumbung pangan bagi kita semua,” ujar Yudi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU