Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 11:00 WIB

13 Ton Beras Murah Disalurkan Lewat Gerakan Pangan Murah di Semarang

Author

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur, Sabtu (30/8/2025) (DOK/ANTARA)

JATENG – Pemerintah Kota Semarang bersama Perum Bulog, distributor pangan, dan pelaku usaha menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8/2025). Dalam kegiatan ini, setidaknya 13 ton beras Program SPHP disalurkan kepada masyarakat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa program ini bagian dari GPM serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Program ini untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi fluktuasi harga pangan,” ujarnya.

Baca juga: Sekda Jateng: Jalidi Rapahuli Jadi Pengungkit Ekonomi Jateng

Selain beras, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga di bawah pasar. Agustina menegaskan Pemkot Semarang berkomitmen menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.
“Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pasokan bisa tetap stabil,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan pangan di Semarang sebagai kota metropolitan yang banyak lahannya beralih fungsi. Karena itu, pemerintah memperkuat distribusi dan cadangan pangan agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Baca juga: Pemkab Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat dengan Meningkatkan Penanganan Hukum

Tak hanya GPM, Pemkot juga menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari Gerakan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) hingga kerja sama dengan aplikasi Lumpang Semar untuk memudahkan distribusi pangan.

“Semua program ini adalah bukti kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Semarang siap menghadapi tantangan pangan ke depan,” demikian yang disampaikan oleh Agustina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU