JATENG - Pemerintah provinsi Jawa Tengah sejauh ini sudah membuat sekitar 877 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan semuanya sudah mulai beroprasi.
Jumlah tersebut diminum per tanggal (24/8/2025), semuanya tidak dikelola oleh satu pihak melainkan beberapa pihak.
Baca juga: Forum DP3APPKB Salatiga: UPTD PPA Jadi Garda Terdepan Tangani Kekerasan
Diantaranya 22 unit SPPG dikelola oleh TNI, pondok pesantren sebanyak 5 Uni, dikelola polri 2 unit, dan 848 unit dikelola boleh Mitra dari provinsi Jawa Tengah.
Sekda Jateng, Soekarno dalam acara Monitoring dan Evaluasi Pembangunan SPPG se-Jawa Tengah menyampaikan bahwa sekitar 2,7 juta orang sudah menerima program makan bergizi gratis, sementara untuk targetnya sekitar 9,6 juta orang.
Baca juga: BLK Jateng Hasilkan Lulusan Siap Kerja, Tembus Perusahaan Nasional dan Internasional
Acara Monitoring dan Evaluasi Pembangunan SPPG tersebut dilaksanakan pada Selasa (26/8/2025), tepatnya di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang.
Pemerintah provinsi Jawa Tengah terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan lokasi lokasi mana saja yang merupakan tanah milik pemerintah Jawa Tengah yang cocok untuk dijadikan tempat SPPG.
Baca juga: Bulldozer Dikirim, Kapasitas TPA Darupono Diproyeksikan Naik 40 Persen
Sumarno berharpa, agar pembangunan SPPG itu diprioritaskan di daerah-daerah yang secara infrastruktur atau akses lebih sulit dijangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng