Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 10:13 WIB

Api Dharma Waisak dari Mrapen Disakralkan di Candi Mendut, Simbol Terang Kebijaksanaan

Api Dharma Waisak dari Mrapen Disakralkan di Candi Mendut, Simbol Terang KebijaksanaanApi Dharma Waisak 2026 dibawa relawan di Candi Mendut, Magelang (DOK/ANTARA).

JATENG - Api Dharma Waisak yang diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, disemayamkan di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, sebelum dibawa ke Candi Borobudur untuk peringatan Waisak 2026.

Sekjen Walubi, Biksu Kamsai Sumana Mahathera, mengatakan api dharma Waisak dimaknai umat Buddha sebagai simbol terang kebijaksanaan yang mampu melenyapkan kegelapan batin manusia, seperti kebencian, emosi, dan kebodohan.

Baca juga: Polres Temanggung Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Tersangka Raup Puluhan Juta

"Api itu simbolis tradisi kita menjadi terang. Terang itu damai, damai adalah kebijaksanaan untuk melawan kotoran batin," ujarnya di Magelang, Jumat (29/5).

Lilin yang dinyalakan dalam prosesi Waisak juga memiliki makna kebijaksanaan Sang Buddha. Warna merah, putih, dan kuning melambangkan kebahagiaan, kesucian, serta cahaya kebijaksanaan.

Karena pemugaran di bagian dalam Candi Mendut, umat Buddha diizinkan melaksanakan pradaksina dan meditasi di area samping candi. Api dharma akan disemayamkan di sekitar Candi Mendut sebelum dibawa ke Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 untuk puncak perayaan Waisak nasional.

Umat Buddha dari berbagai aliran akan melaksanakan doa bergantian, berisi doa untuk kebahagiaan dan kesehatan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Api Dharma Waisak dari Mrapen Disakralkan di Candi Mendut, Simbol Terang Kebijaksanaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!