JATENG - Pemerintah Kabupaten Magelang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT MyTernak Jaya Indonesia untuk mengembangkan sektor peternakan sapi perah sebagai penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Penandatanganan berlangsung di kantor Bupati Magelang, Kamis (26/2).
Baca juga: Pemkot Magelang Bangun Budaya Transparansi untuk Tingkatkan Layanan Publik
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, kerja sama ini harus berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya peternak. Ia menyoroti potensi wilayah dataran tinggi Kabupaten Magelang yang berada di atas 800 mdpl, sangat cocok untuk pengembangan sapi perah.
"Keunggulan komparatif ini harus dimanfaatkan maksimal. Sektor peternakan punya kontribusi besar bagi ekonomi daerah," ujarnya.
Pemkab Magelang juga merancang klaster peternakan berdasarkan geografis:
Secara teoritis, satu ekor sapi perah bisa menghasilkan 20-25 liter susu per hari dengan masa produksi 10 bulan per tahun. Potensi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak dan memenuhi kebutuhan susu nasional.
Komisaris PT MyTernak Jaya Indonesia, Analis Wisnu Wardana, menyebut kebutuhan susu nasional masih tinggi dan terjadi kelangkaan di sejumlah wilayah. "Kami siap mendampingi dari hulu ke hilir, termasuk pengadaan sapi, teknis, dan riset bersama perguruan tinggi," jelasnya.
Program jangka panjang ini diharapkan menjadikan Kabupaten Magelang sebagai sentra produksi susu berdaya saing, bahkan percontohan (pilot project) di tingkat nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang