Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

72 Ribu Kasus TBC Ditemukan di Jawa Tengah

72 Ribu Kasus TBC Ditemukan di Jawa TengahDeputi Kemenko PMK Prof. Warsito didampingi Kadinkes Jateng Yunita Dyah Suminar dan Asisten Setda Jateng Iwanuddin Iskandar (DOK/ANTARA).

JATENG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaporkan telah menemukan sekitar 72.000 kasus tuberkulosis (TBC) dari total target 104.000 kasus yang ingin dideteksi tahun ini.
“Kami masih memiliki pekerjaan rumah sekitar 32.000 kasus lagi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, saat menghadiri kampanye TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) TBC di Semarang, Minggu (9/11).

Yunita menjelaskan, kampanye TOSS bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit TBC, sekaligus mendorong mereka untuk membantu menemukan warga yang menunjukkan gejalanya agar segera diobati.
Ia menegaskan bahwa pengobatan TBC diberikan secara gratis oleh pemerintah hingga pasien benar-benar sembuh.

“Kampanye ini ingin mengedukasi masyarakat agar memahami gejala TBC dan proses penyembuhannya. Semua pengobatan TBC ditanggung pemerintah,” jelasnya.

Selain pasien, pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap 10–14 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita, mirip dengan sistem tracing saat pandemi COVID-19, karena TBC termasuk penyakit yang mudah menular.

Menurut Yunita, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan, namun keberhasilan penanganan TBC tetap memerlukan dukungan pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa serta peran aktif kader kesehatan.

Baca juga: Program Dokter Spesialis Keliling Jateng Tekan Angka TBC, 61 Persen Kasus Ditemukan Secara Aktif

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng, Iwanuddin Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dalam upaya menanggulangi TBC.
“Desa harus berperan aktif karena mereka yang paling mengenal warganya. Mereka tahu siapa yang terkena TBC dan bisa membantu penanganannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan terhadap pasien TBC tidak hanya mencakup aspek medis, tetapi juga dukungan psikologis dan edukasi masyarakat.
“Jangan mengucilkan penderita TBC. Rangkul mereka, bantu sampai sembuh, dan lakukan mitigasi di wilayah yang berisiko tinggi,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito, menyebut kampanye TOSS TBC digelar di delapan provinsi.
“TBC adalah penyakit menular yang menjadi tantangan global. Indonesia saat ini berada di posisi kedua dengan jumlah kasus terbanyak setelah India,” ujarnya.

Pemerintah pusat bersama seluruh daerah terus memperkuat sinergi untuk memerangi dan mengkampanyekan TOSS TBC secara nasional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

72 Ribu Kasus TBC Ditemukan di Jawa Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!