JATENG - Kehadiran benteng Pecalongan yang sudah dibangun sejak 1753, menjadi saksi bisu perjalanan menuju kemajuan Kota Pekalongan.
Difungsikan sebagai pusat pertahanan VOC pada masa itu, Fort Peccalongan atau Fort de Beschermer (Benteng Pelindung), di dalamnya terdapat sebuah menara untuk pengawasan wilayah.
Jaraknya yang tak jauh dari Rumah Tahanan Kelaa IIA Kota Pekalongan, menjadi tanggung jawab rutan untuk selalu memastikan kebersihan dan keamanan benteng.
Baca juga: Subsidi Cabai Rawit Merah diberikan Guna Stabilkam Harga Pasar
Pada Kamis (26/2/2026) kegiatan bersih-bersih area benteng dilakukan oleh seluruh warga binaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pengamanan dan pelestarian nilai sejarah. Imam menilai, keberadaan tembok peninggalan benteng tersebut bukan sekadar infrastruktur pendukung keamanan, melainkan juga representasi perjalanan panjang sejarah Kota Pekalongan.
Hal tersebutlah yang dikatakan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Imam Yudha Indarto.
Sekedar informasi bahwa dalam kegiatan pembersihan tersebut, petugas dan warga binaan bersama-sama membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar tembok, mengangkat sampah, serta membersihkan kotoran yang menempel pada dinding bangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan