Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 MEI 2026 • 07:00 WIB

Perjuangan R.A Kardinah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Perjuangan R.A Kardinah dalam Meningkatkan Kesejahteraan MasyarakatRumah Sakit Kardinah (Dok/Pantura post)

JATENG - Masa Kolonial membuat banyak kalangan perempuan kelas bawah bumiputera cukup sulit untuk mendapatkan akses pendidikan.

Bagi anak bangsawan pendidikan yang layak atau bahkan setara internasional tentu sangat mudah didapat.

Hal tersebut memunculkan kemauan dari benak seorang perempuan yang berasal dari tanah Jepara.

Baca juga: Alun-Alun Kembang Joyo dipadati Banyak Masyarakat untuk CFD

Lahir pada Senin Pahing 1 Maret 1881. Kardinah namanya, ia adalah saudara dari Kartini, yang sama-sama memiliki keinginan memajukan kesejahteraan psrempuan.

Kardinah disekolahkan oleh ayahnya di Europeesche Lagere School (ELS), meskipun masuk sekolah elite, Kardinah tetap diajarkan untuk menggeluti berbagai bidang.

Diajak oleh ayahnya, Kardinah diberikan bekal moral berupa membantu dan merasakan pekerjaan rakyat seperti membatik, merajut, menyulam, dan menjahit, tak lupa pendidikan agama, budaya Jawa juga diajarkan.

Baca juga: Sinergi Dua Organisasi Semakin Diperkuat Menghadapi Kemungkinan di Masa Mendatang

Kardinah bersama kedua kakaknya yaitu Kartini dan Roekmini banyak berbincang mengenai pemikirannya terhadap kesejahteraan perempuan kelas bawah bumiputera setelah lulus dari ELS dan sedang menjalani masa pingitannya (Peralihan dari gadis ke dewasa).

Kedekatan mereka bertiga dijuluki sebagai Daun Semanggi oleh Nyonya Ovink-Soer, Istri Residen Ovink salah satu pejabat pemerintah kolonial yang berada di Jepara.

Nyonya Ovink mendesak kepada ayah Daun Semanggi agar mereka dibebaskan dari masa pingitannya.

Baca juga: Musim Hujan, Harga Sayuran di Pasar Agro Sewukan Magelang Fluktuatif

Masa pingitan ini menurut Nyonya Ovink membuat ketiganya tidak bisa memenuhi keinginannya untuk meraih mimpi menjadi guru.

Nyonya Ovink faktor utama yang menjadikan ketiganya bisa pergi ke Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), masa pingit mereka berakhir pada 2 Mei 1898.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Pendidikan Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perjuangan R.A Kardinah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!