Pameran museum batik Pekalongan (Dok/Pemkot Pekakongan)
JATENG - Periode lebaran menjadi waktu yang cocok bagi pengelola Museum khususnya di Museum Batik Pekalongan untuk menyajikan pameran islami.
Batik bulan hanya sekedar corak dan motif yang dituangkan diatas kain secara sembarangan, melainkan memiliki makna tersendiri dalam pembuatanya.
Museum Batik Pekalongan menjadi bukti kejayaan islam di masa lampau, tokoh-tokoh penting mulai berdatangan ke Pekalongan untuk menyebarkan islam di Pekalongan.
Baca juga: Batik Tulis Lasem Diborong Pembeli Myanmar, Omzet Capai Rp150 Juta di Inacraft 2026
Hingga saat ini Kota Pekalongan masih memproduksi kain-kain batik yang motifnya masih mengandung unsur islami.
Diketahui dari Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, selama libur lebaran Museum Batik Pekalongan akan tetap beroperasi dengan jam operasional selama libur lebaran dibuka pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Museum Batik Pekalongan akan menghadirkan pameran tematik bertajuk Spirit Islam dalam Batik di Pesisir Nusantara melalui kolaborasi bersama Lajnah Turats. Pameran ini mengangkat filosofi mendalam bahwa batik tidak sekadar wastra, melainkan juga menjadi media dakwah serta rekaman peradaban yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi pesantren di wilayah pesisir, khususnya Pekalongan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan