JATENG - Solo kini punya cara baru yang seru untuk menjelajahi kota: Bajaj RE berbasis aplikasi. Kendaraan kecil yang fleksibel ini hadir untuk mempermudah wisatawan dan warga menjangkau tempat-tempat menarik yang sulit dilalui kendaraan besar, seperti Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, dan kawasan wisata Keprabon.
Bayu Subollah, Regional Manager Bajaj Maxride Jawa Tengah, menjelaskan, “Kehadiran Bajaj RE ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung pariwisata, sama seperti yang kami lakukan di Jogja. Kami ingin Solo juga merasakan manfaatnya.” Selain itu, kendaraan ini juga mendukung UMKM lokal dengan mempermudah akses wisatawan ke berbagai usaha kecil di kota.
Baca juga: Solusi Penyelamat di Siang Yang Panas: Resep Es Teh Cincau Jely Khas Solo
Saat ini, unit Bajaj RE di Solo masih sekitar 40–50 kendaraan. Meski begitu, kehadirannya sudah memberikan dampak positif. Tak cuma membantu mobilitas, Bajaj Maxride juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal sebagai mitra pengemudi dan berpotensi mengurangi jumlah kendaraan di jalan, karena satu kendaraan bisa menampung tiga penumpang. Mesin Bajaj RE pun ramah lingkungan berkat sertifikasi Euro 4, membuatnya jadi solusi transportasi perkotaan yang pas untuk Solo.
Ma’ruf Budiarto, salah satu pengemudi, berbagi pengalamannya: “Dalam sehari saya bisa mengantar sampai 25 penumpang, dan rata-rata mereka senang setelah naik Bajaj RE.”
Dengan hadirnya Bajaj RE, menjelajah Solo jadi lebih mudah, nyaman, dan tentu saja lebih seru!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA