JATENG - Hani Sutrisno, yang dulu mengasong di kawasan Candi Borobudur, kini menjadi pendiri Desa Bahasa Borobudur di Ngargogondo. Berawal dari pengalaman menjadi guide partikelir dengan kemampuan bahasa Inggris seadanya, Hani belajar bahwa bahasa itu praktis dan harus dipakai langsung.
Baca juga: Menikmati Senja dari Puncak Borobudur: Pengalaman Baru “Borobudur Sunset”
Pada akhir sembilan puluhan ia membuka kursus gratis, lalu mengembangkan metode belajar cepat yang menyenangkan. Tahun dua ribu tiga belas ia membangun Desa Bahasa bersama warga, menyediakan puluhan homestay dan menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga.
Meski sempat menghadapi berbagai kendala, Hani terus mendorong warga memperbaiki standar pelayanan. Kini Desa Bahasa membantu ekonomi masyarakat dan menjadikan Hani penerima Bupati Awards 2025 atas inovasinya di bidang wisata edukasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang