Jumat, 26 JUNI 2026 • 08:00 WIB

OJK: Keuangan Digital Tanpa Literasi Bisa Picu Risiko Besar

Author

Kepala Eksekutif OJK Dicky Kartikoyono dan Prof. Wimboh Santoso pada Seminar Nasional UMKM Tangguh di Kampus UNS Solo (DOK/ANTARA).

JATENG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penggunaan keuangan digital tanpa dibekali literasi bisa memunculkan risiko besar bagi pengguna.

"Industri keuangan digital sangat pesat. Selain inklusi, literasi harus diseimbangkan. Tanpa pemahaman, mudaratnya lebih besar dari manfaatnya," kata Kepala Eksekutif OJK Dicky Kartikoyono dalam Seminar Nasional UMKM Tangguh di Era Ekonomi Digital di Kampus UNS Solo, Kamis (18/6).

Baca juga: Kemura, Portal Kesehatan Terintegrasi dari Kota Magelang: Akses 43 Layanan dalam Satu Genggaman

Dicky menekankan pentingnya antisipasi sejak awal agar masalah bisa diminimalkan. Industri keuangan harus terlibat melindungi konsumen secara proaktif.

"Masyarakat harus bisa membedakan legal dan ilegal, mengecek apakah scam, phishing, atau sprout," ujarnya.

OJK terus aktif memberi literasi ke berbagai kalangan, termasuk 6 juta ibu-ibu PKK. Mahasiswa juga menjadi sasaran karena Gen Z dan Alpha sudah akrab dengan gadget.

Ekonom dan Guru Besar UNS, Prof. Wimboh Santoso, menambahkan pemahaman melindungi data pribadi sangat penting.

"Risiko besar jika data dipakai orang lain untuk transaksi atas nama kita. Masyarakat harus tahu cara melindungi data pribadi," katanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU