JATENG - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi atas supervisi dan monitoring program upland oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian di kawasan kopi Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Senin (25/5).
"Ini tahun terakhir kegiatan upland. Program yang dimulai 2025 di sini kini sudah menunjukkan hasil," ujar Grengseng.
Desa Banjarsari dikenal sebagai lokasi pertama di Jawa Tengah tempat Belanda menanam kopi pada tahun 1690. Wilayah ini lebih dulu terkenal sebagai penghasil kopi Temanggung, namun petani Magelang mulai bangkit pada era 2000-an dan kini menunjukkan perkembangan berkat penguatan kelembagaan petani.
Kabupaten Magelang juga sukses mengekspor kopi ke Uni Emirat Arab (Dubai) atas nama petani lokal. Dalam waktu dekat, ada permintaan ekspor tambahan mencapai 80 ton.
"Semoga ini menjadi berkah bagi petani kopi Kabupaten Magelang," harap Grengseng.
Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengaku bangga. "Sejak pertama kopi ditanam Belanda di sini tahun 1690, akhirnya Magelang bisa ekspor. Ini prestasi," katanya.
Ia memberi catatan: produktivitas kopi Robusta harus ditingkatkan dengan kualitas yang higienis. "Masih banyak yang harus diperbaiki, dari budi daya hingga pascapanen, terutama pengeringan," pesannya.
Setelah program Upland selesai, Pemkab Magelang siap melanjutkan praktik baiknya ke program daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang