JATENG - Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan komitmennya membenahi sistem pendidikan secara menyeluruh tahun ini dengan menjadikan perlindungan guru, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidikan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai prioritas utama.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara Halalbihalal dan Sinergi Advokasi Guru 2026 bersama PGRI Kabupaten Magelang di Gedung Graha Dwija PGRI, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Sabtu (11/4).
Baca juga: Polisi Ungkap 318 Kasus Narkoba di Jateng Selama Januari–Februari 2026
"Saya hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai rekan berpikir untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat," ujarnya.
Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh suasana kerja yang kondusif. Guru tidak akan mampu bekerja optimal jika berada dalam tekanan atau rasa tidak aman.
Tiga pilar utama reformasi pendidikan 2026:
- Perlindungan hukum dan profesi guru
Pemkab akan menghadirkan sistem advokasi bagi guru, serta mengevaluasi beban administrasi seperti E-Kinerja dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). - Sinkronisasi kebijakan dan peningkatan kesejahteraan
Harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, terutama pemenuhan hak guru PPPK paruh waktu dan tenaga honorer. - Kolaborasi lintas sektoral
Melibatkan tokoh agama, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Grengseng juga menyoroti tantangan nyata seperti kenakalan remaja dan kesehatan mental siswa. "Ada anak yang merasa hidupnya sudah tidak berarti. Ini harus jadi perhatian serius kita bersama," pesannya.
Ketua PGRI Kabupaten Magelang, Susno, menegaskan pentingnya menjaga etika dan integritas sebagai ASN. "ASN harus menjadi teladan di tengah masyarakat," ujarnya.
Dengan anggaran pendidikan yang menjadi salah satu terbesar dalam APBD, Pemkab optimistis berbagai tantangan pendidikan dapat diselesaikan secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang