JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa investor dari Malaysia dan Fujian, China, akan menanamkan investasi senilai total Rp62,3 triliun di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, Malaysia berkontribusi sekitar Rp6,9 triliun, sedangkan Fujian mencapai Rp55,4 triliun. Para investor telah menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk komitmen awal, Sabtu (29/11).
Investasi mencakup berbagai sektor, termasuk pembangunan jalan, pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen mobil, infrastruktur perumahan, barang pecah belah, serta energi terbarukan. Luthfi menekankan daya tarik Jawa Tengah karena tenaga kerja kompetitif, kondisi investasi yang kondusif, dan kemudahan perizinan.
Baca juga: Investor Nyaman, Ekonomi Aman: Jateng Genjot Pelayanan Investasi
Selain investasi, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan, dengan program beasiswa dan magang SMK di bidang teknologi informasi bersama perusahaan Ruijie Network, China. Pemprov Jateng menyiapkan sekolah vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil sesuai industri.
Gubernur juga menyebut rencana membuka penerbangan langsung Fujian–Semarang, meski masih terkendala panjang landasan pacu, serta rute laut langsung dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Fujian dengan frekuensi dua minggu sekali. Revitalisasi pelabuhan tengah diupayakan agar layanan lebih optimal.
Kerja sama ini didukung berbagai pihak, termasuk ATTEC, Kadin, dan Hipmi, untuk mendorong investasi dan perdagangan. Realisasi investasi Januari–September 2025 tercatat mencapai Rp66,13 triliun, atau 84,42 persen dari target tahunan, dengan serapan 326.462 tenaga kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA