Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah (DOK/ANTARA).
JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan minimal 970.000 hektare Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sementara saat baru mencapai 825.000 hektare.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, usai Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Semarang, Kamis (4/6), mengatakan saat ini sudah 85,11% LSD yang diajukan. "Insya Allah target minimal 87% dalam waktu dekat terpenuhi," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Jateng Gandeng SGN Perluas Layanan Dokter Spesialis Keliling ke Desa
Ia mengumpulkan seluruh bupati/wali kota untuk mempercepat penentuan LSD, karena penting untuk revitalisasi lahan sawah dan memudahkan penetapan peta lokasi investasi.
Lima besar tertinggi LSB (Luas Baku Sawah):
Sebelas kabupaten/kota belum mencapai 87%, termasuk Kudus, Temanggung, Pekalongan (kota/kab), Rembang, Sragen, Salatiga, Magelang kota, Karanganyar, Semarang kota, dan Surakarta.
Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Darmawan, mengapresiasi langkah Jateng. "Jateng bisa jadi role model nasional dalam menyelesaikan alih fungsi lahan sawah," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA