Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 10:00 WIB

Cuaca Buruk Tak Menghalangi Masa Panen. Berikut Daftar Harga Komoditas Bahan Pokok, Naik - Turun - Stabil

Author

Transaksi bahan pokok di pasar Pekalongan (Dok/Pemkot Pekakongan)

JATENG - Intensitas hujan yang tinggi saat pada bulan Januari 2026 memberikan dampak buruk bagi masyarakat.

Tak terkecuali di pasar Pekalongan, meskipun dibeberapa Kecamatan terisolir banjir, namun tak semuanya terdampak.

Harga bahan pokok disana justru aman terkendali, bahkan ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penutunan harga.

Berdasarkan hasil amatan dari Kepala Bidang Perdagangan  Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika, bahwa kondisi ini cukup menguntungkan.

Baca juga: Pemkot Semarang Buka Beasiswa untuk Anak Petani & Nelayan, Ini Syaratnya

Karena dengan kondisi dibeberapa Kecamatan yang terendam banjir, mereka masih bisa pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok tanpa harus khawatir harganya melonjak.

Tercatat bahwa terdapat komoditas yang mengalami sedikit kenaokan, komoditas stabil, bahkan ada juga yang turun.

Untuk komoditas yang mengalami kenaikan tipis, antara lain:

  • Gula pasir curah dari Rp16.700/kg menjadi Rp17.000/kg dan.
  • Bawang putih dari Rp35.900/kg menjadi Rp36.500/kg.

Sedangkan komoditas yang harganya masih stabil diantaranya: 

  • Beras medium: Rp13.500/kg, beras premium: Rp14.900/kg, minyak goreng curah Rp18.000/liter.
  • Minyak goreng premium Rp21.000/liter, dan.
  • Minyak kemasan Minyakita Rp17.000/liter.

Sementara untuk komoditas yang turun antara lain:

  • Cabai merah keriting dari Rp37.800/kg menjadi Rp34.500/kg.
  • Cabai merah besar dari Rp24.900/kg menjadi Rp24.250/kg.
  • Cabai rawit merah dari Rp46.000/kg menjadi Rp40.500/kg. 
  • Cabai rawit hijau dari Rp40.700/kg menjadi Rp35.000/kg.
  • Bawang merah dari Rp36.000/kg menjadi Rp35.750/kg.
  • Bawang bombay dari Rp31.500/kg menjadi Rp30.500/kg.
  • Daging ayam ras dari Rp39.500/kg menjadi Rp38.750/kg dan.
  • Telur ayam dari Rp28.700/kg menjadi Rp27.750/kg.

Meskipun curah hujan tergolong tinggi, hingga menimbulkan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, namun para petani banyak yang mengungkapkan bahwa di masa ini memang sudah saatnya masa panen, jadi hasil tetap melimpah meskipun cuaca buruk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Pekalongan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU