Banjir disekitar pegunungan (Dok/Freepik)
JATENG - Gunung Slamet, menjadi tempat ilonik bagi masyarakat Tegal, Pemalamg dan sekitarnya.
Menjadi lokasi yang cukup memacu adrenalin, dan serimg digunakan para pendaki untuk merasakan sensasi ketinggian lebih dari 3.000 mdpl.
Gunung ini memiliki banyak rute yang dapat digunakan pendaki, baik dari Tegal, Pemalang, dan lainnya.
Baca juga: Kolaborasi Baznas dan Bupati Wonosobo Jaga Keberlangsungan Hidup Pemulung
Namun disini kita tidak akan membahas pendakian, melainkan kehebatan alam yang dapat menghancurkan apa saja yang diulah manusia.
Sejak awal tahun 2026 ini sering terjadi bencana alam, banjir dan tanah longsor melanda berbagao titik, salah satunya di lereng gunung slamet.
Lereng gunung slamet baik yang berlokasi di guci Tegal, ataupun di Kecamatan Pulosari Pemalang.
Banjir dan tanah longsor melanda, hingga puluhan rumah warga ringsek, puluhan keluarga mengungsi, bantuan dibutuhkan terus menerus.
Berbagai spekulasi dan pendapat orang-orang menunjuk pada penyalahgunaan lahan, hutan yang seharusnya dilindungi, kini seting disalahgunakan dengan penebangan liar.
Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap, membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.
Kedepannya, Pemerintah seharusnya lebih berfokus pada pengendalian fungsi lahan dan perawatan disekitar gunung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan