Pendataan Rumah Rusak (Dok/Pemkot Pekakongan)
JATENG - Bencana alam yang melanda berbagai daerah menyebabkan kerusakan baik lingkungan ataupun tempat tinggal para penduduk.
Di Pekalongan setidaknya terdapat tiga rumah warga yang rusak akibat dilanda cuaca ekstrim.
Dari data yang dicatat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, bahwa satu unit rumah mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak sedang.
Kabar tersebut datang dari Kelurahan Kuripan Yosorejo
Sementara di kelurahan podosugih dan kelurahan Pringrejo roboh dan tertimpa pohon.
Baca juga: Kolaborasi Baznas dan Bupati Wonosobo Jaga Keberlangsungan Hidup Pemulung
Saat ini pihak Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan akan terus mendata hal ini
Pendataan dilakukan demi memastikan semua warganya mendapat perhatian dari Pemerintah.
Nantinya dari hasil pendataan dan pengamatan, Dinperkim akan membuat lappran terkait pengajuan pembenahan dan revitalisasi rumah layak huni ke Pemerintah Provinsi.
Sekedar informasi, bahwa angin kencang dan intensitas tinggi menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Banyak Kecamatan yang terdampak bencana di Pekalongan, diantaranya, Kecamatan Tirto, PKK, Pringrejo, Podosugih, Bendan Kergon, Banyurip, Buaran, Kradenan, Klego, Poncol, Kalibaros, Gamer, Padukuhan Kraton, Bandengan, Panjang Baru, Panjang Wetan, Degayu, dan Krapyak. Sementara itu, angin puting beliung berdampak di Kelurahan Kuripan Yosorejo, Sapuro Kebulen, dan Medono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan