Pasar Banjarsari Pekalongan (DOK/Humas Pemkot Pekalongan)
JATENG - Tragedi kebakaran hebat yang melanda pasar Banjarsari Pekalongan pada tahun 2018, membuat Pemkot Pekalongan belajar untuk mencegah hal tersebut terulang kembali.
Mitigasi yang dilakukan Pemkot Pekalongan yaitu dengan meningkatkan situasi keamanan dan keselamatan terutama dalam hal kebakaran.
Pasar Banjarsari Pekalongan juga kini hadir dengan tampilan yang modern serta tingkat keamanan yang tinggi, pemasangan pipa-pipa air yang dilengkapi sensor asap otomatis juga telah dipersiapkan.
Menurut Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menghimbau kepada pedagang pasar untuk tidak menutup kios secara permanen agar sistem sensor asap dapat berfungsi dengan optimal.
Baca juga: Pelatihan Tanggap Bencana Dilakukan di Kudus. 150 Peserta dari Berbagai Desa Terlibat
Pengelolaan pasar yang baik juga diperlukan, WaliKota mengusulkan Dindagkop-UKM bersama Satpol-P3KP untuk menjaga agar area depan pasar tetap steril dari pedagang kaki lima.
Disamping itu Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono, menyebut bahwa konsep pembangunan Pasar Banjarsari telah mempertimbangkan aspek keamanan secara menyeluruh. Pasar ini dibagi menjadi empat blok untuk memudahkan pemadaman dan membatasi sebaran api apabila terjadi insiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan