JATENG - Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pengelola kawasan menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata yang signifikan di kawasan Candi Borobudur hingga 2029. Kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk membangun ekosistem pariwisata terpadu.
Hal ini mengemuka dalam kunjungan lapangan Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, di Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (18/4).
Baca juga: Perpusda Jateng Berhasil Menarik Banyak Pengunjung di Tahun 2025
"Pengelolaan pariwisata Borobudur sudah menunjukkan perkembangan positif, tetapi masih perlu ditingkatkan. Kami harap diskusi ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat," ujar Dida.
Ia menekankan pentingnya integrasi sektor pariwisata dengan ekosistem pendukung seperti homestay, produk oleh-oleh khas Magelang, hingga penguatan seni dan budaya.
Target 2029:
- Pertumbuhan ekonomi 8 persen dari sektor pariwisata
- Target kunjungan 1,7 juta wisatawan
- Pengembangan kawasan zona 3, 4, dan 5
- Pembukaan akses wisatawan melalui Marga Utama Borobudur
Direktur Taman Wisata Borobudur, Mardijono Nugroho, mengakui tantangan utama adalah peningkatan kualitas SDM dan kemampuan melahirkan ide kreatif.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyambut baik kolaborasi ini. "Tujuan utamanya adalah meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Magelang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang