JATENG - Jawa Tengah segera memiliki peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas 30 ribu ekor di Kabupaten Brebes. Proyek ini dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) dan digadang-gadang menjadi yang terbesar di Indonesia.
"Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dalam audiensi dengan Gubernur Jateng di Semarang, Kamis (16/4).
Baca juga: Pentingnya Pembatasan Medsos untuk Anak di bawah 16 tahun
Peternakan seluas 710 hektare ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional dan memproduksi 180 ribu ton susu per tahun. Fasilitas yang dibangun meliputi pengolahan susu, pabrik pakan, hingga perkebunan jagung untuk pakan ternak.
Saat ini, produksi susu dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton, sehingga sekitar 80 persen masih diimpor.
"Tambahan produksi dari Brebes akan signifikan menekan ketergantungan impor," kata Agung.
Pemerintah pusat menyiapkan bibit sapi impor dari Australia, AS, Selandia Baru, hingga Brasil, serta penguatan sistem kesehatan hewan.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi ini. "Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional," katanya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh. " Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Investasi ini sangat strategis," ujarnya.
Proyek ditargetkan mulai operasional pada akhir 2027 dengan first milking Desember 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA