Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Sedang marak dan mulai menyebar di Lingkup Global, Hantavirus, membuat panik banyak orang.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyatakan dari Januari-Mei belum ada kasus terdeteksi di Jateng.
Dengan data tersebut masyarakat diminta untuk tidak panik terkait hantavirus, namun juga tidak boleh menyepelekan
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab mengatakan, Hantavirus merupakan zoonosis atau penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut.
Baca juga: Purwokerto dipenuhi 6 Ribu Orang, Sport Turism Pecahkan Rekor Muri
Virus jenis ini bisa menular siapa saja dan kapan saja melalui air liur, urine, dan kotoran tikus yang terinfeksi. Manusia dapat tertular saat bersentuhan langsung dengan media penularan tersebut, atau menghirup partikel yang telah mengering dan terbawa udara.
Berdasarkan data terbaru bahwa, penyebaran hantavirus umumnya menyerang sistem ginjal dan pernapasan. Gejala awalnya meliputi demam, nyeri dada, nyeri perut, gangguan buang air kecil, hingga muncul bercak merah pada selaput mata. Pada kondisi berat, penyakit itu dapat mengakibatkan perdarahan dan gagal ginjal.
Untuk mengetahui seseorang terdeteksi hantavirus atau tidaknya, maka perlu dilakukan tes PCR dan Serologis di Rumah Sakit.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Jateng telah mengedukasi seluruh fasilitas kesehatan hingga tingkat puskesmas, terkait deteksi dini penyakit tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng